Jl. Surapati No. 1 Negara, Telp. (0365) 41210 | Facebook : Dinas Sosial Kabupaten Jembrana | Instagram : dinsosjembrana

  • Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Penerima RS-RUTILAHU

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi bidang Dayalinjamsos dan Aparatur Desa mengunjungi salah seorang penerima bantuan RS-Rutilahu bernama Ni Komang Nanti (82 Tahun) yang tinggal di Banjar Tegak Gede, desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (18/12) kemarin.

  • Dinsos Jembrana Siap Terima SLRT

    Dinsos Provinsi Bali didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Jembrana (I Nengah Suparta, S.KM, M.Kes) mengunjungi salah satu desa yang akan menjadi Puskesos dalam pembentukan SLRT tersebut

  • Rumah Warga Terbakar, Dinsos Jembrana Serahkan Bantuan

    Rumah milik Gusti Putu Sudiartawan asal Banjar Pengajaran Kaler, Desa Berangbang, Kecamatan Negara dilahap si Jago Merah pada Selasa (3/12/2019) kemarin malam. Kebakaran diduga karena disebabkan oleh dupa, beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta rupiah.asca bencana

  • Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Anak Disabilitas

    Kamis (26/12) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) pagi tadi mengunjungi salah seorang anak penyandang disabilitas bernama Putu Adi Wiraguna beralamat di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara

  • Hujan Deras, Rumah Sumada Jebol. Dinsos dan Tagana Jembrana Bergerak

    Mendapat informasi dari Ketua DPRD Kabupaten Jembrana ibu Sri Sutharmi. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) segera meninjau lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban..

Kadis Sosial Jembrana Dorong Validitas Data PPKS


 

Validitas data menjadi hal terpenting dalam pelaksanaan program-program pemerintah, salah satunya adalah berbagai penyaluran bantuan sosial. Hal tersebut ditekankan Kadis Sosial Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata saat menghadiri pertemuan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di ruang rapat Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (1/7).


dr. Oka menyampaikan dalam upaya menangani masalah sosial ini, salahsatu upaya tentunya melalui PSM. Yang menjadi permasalahan selama ini adalah pemberian bantuan sosial itu masih belum maksimal terutama belum tepat sasaran. 

"Melalui teman-teman PSM kita lakukan pendataan PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) ini, saya harapkan dengan pertemuan dan kesiapsiapan ini teman-teman PSM bisa lebih mengoptimalkan pertemuan ini dan memanfaatkan waktunya, sehingga apa yang menjadi kriteria pendataan terkait dengan PPKS dan PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) ini benar-benar dijadikan petunjuk teknis sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat Jembrana yang layak tidak terdata di PPKS," ucapnya.


Lebih lanjut, Ia menjelaskan kriteria PPKS ada 26 yang teman-teman PSM harus jadikan acuan sehingga data yang didapatkan nanti benar-benar data yang valid tidak ada lagi data yang tercecer.

dr. Oka mengatakan, PSM memiliki tanggungjawab moral terhadap validitas data yang nantinya berdampak pada ketepatan sasaran bantuan kepada masyarakat. "Teman-teman punya tanggung jawabmoral, bagaimana data ini bisa menjadi valid. Kalau sudah data itu valid minimal nanti kita dengan program-program dan anggaran yang ada, kita bisa memberikan bantuan sosial tepat sasaran dan tepat guna sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari bantuan tersebut," ungkap dr. Oka.


Ia pun mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh PSM yang selama ini telah bekerja secara ikhlas."Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman, walaupun kita tidak bisa memberikan bantuan secara menyeluruh kepada masyarakat minimal kita bisa menyiapkan data yang benar-benar valid data masyarakat yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pemberdayaan, Perlindungan dan Jaminan Sosial Ni Ketut Arwati, Penyuluh Sosial Ahli Muda I Wayan Mulyanto, Pengurus IPSM Jembrana dan perwakilan PSM dari masing-masing Desa/Kelurahan seKabupaten Jembrana.

Share:

Dinsos Jembrana Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medewi

Kebakaran menghanguskan rumah milik I Komang Ardiana (49 Tahun) di banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan pada Rabu (9/3) sekitar pukul 08.00 pagi. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya melaksanakan persembahyangan ke Kabupaten Klungkung. Kebakaran pertama kali diketahui oleh I Nengah Artana (47Th), selanjutnya Artana segera ke rumah korban untuk mematikan aliran listrik. Saksi juga meminta bantuan para tetangga untuk membantu memadamkan api. 

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupatab Jembrana yang mendapat laporan, tiba sekitar pukul 10.00 yang langsung melakukan pemadaman api. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Jembrana turut membantu melakukan pemadaman api, api pun dapat dipadamkan 30 menit kemudian. Seluruh rumah beserta isinya hangus terbakar, belum bisa dipastikan berapa total kerugian yang dialami korban.

Dinas Sosial yang mendapat laporan dari Tagana segera menyalurkan bantuan kedaruratan kepada korban pada Kamis (10/3) didampingi Tagana dan Pordam Jembrana. Bantuan diserahkan oleh pejabat fungsional I Wayan Mulyanto, S.Pd, bantuan yang diberikan berupa Tenda Gulung, Matras, Family Kit, Foodware, Selimut dan Seragam Sekolah.
Share:

Dinsos Jembrana Laksanakan Pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) merupakan salah satu Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang bertugas memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam hal ini khususnya untuk anak terlantar. Di Kabupaten Jembrana terdapat 21 LKSA atau lebih dikenal dengan istilah Panti Asuhan yang tersebar mulai dari Gilimanuk sampai Pulukan. Untuk meningkatkan pelayanan LKSA kepada PPKS, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana melaksanakan pembinaan kepada seluruh ketua LKSA di Kabupaten Jembrana bertempat di LKSA Maria Goretti Palasari pada Rabu (9/3). Kadis Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana) menegaskan kembali terkait tugas dan fungsi LKSA dalam memberikan pelayanan sosial kepada PPKS khususnya anak terlantar. Selain hal tersebut Kadis Sosial juga menyampaikan terkait adanya sanksi apabila LKSA tidak melaksanakan tugasnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial juga memberikan pembinaan kepada ketua LKSA terkait pentingnya data LKSA dan data anak yang diasuh oleh LKSA melalui sistem aplikasi yang telah dikembangkan oleh Kabid Rehsos. Nantinya LKSA akan diberikan pelatihan untuk melakukan input data berbasis sistem informasi elektronik. Satuan Bakti Pekerja Sosial yang merupakan Pekerja Sosial Profesional dari Kementerian Sosial RI juga memberikan informasi terkait penting pelaksanaan Assesment terhadap anak. Turut hadir juga Kepala Bidang dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja yang memberikan informasi terkait proses pengajuan ijin operasional LKS dan LKSA.


Share:

Dinsos Jembrana Dorong Penyesuaian Segmen Kepesertaan JKN-KIS

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana didampingi Dinas Sosial Kabupaten Jembrana dan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja melaksanakan sosialisasi tentang percepatan penyesuaian segmen kepesertaan JKN-KIS pada Jumat (18/2) siang tadi bertempat di ruang rapat Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, dijelaskan bahwa yang berhak menerima bantuan iuran dari Pemerintah Daerah adalah Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Atas dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana mendorong agar kepesertaan JKN sesuai dengan segmennya.

Secara bertahap peserta yang sebelumnya menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) disesuaikan kepesertaannya terutama bagi mereka yang seharusnya masuk dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Sesuai ketentuan, masyarakat yang berada pada segmen PPU seharusnya jaminan kesehatannya dibiayai oleh pemberi kerjanya. Selain hal tersebut, Pemkab Jembrana melalui Dinas Sosial juga mendorong peserta PBI Daerah yang terdaftar di DTKS untuk dapat menjadi peserta PBI Pusat. Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan dapat mengefesiensi APBD namun tetap berada dalam Universal Health Coverage (UHC).

Keuntungan bagi daerah yang sudah UHC adalah apabila ada masyakarat segmen PBPU dan BP yang mendaftarkan diri sebagai peserta PBI Daerah segera aktif, namun apabila belum UHC maka pendaftaran peserta harus menunggu 1 bulan untuk bisa aktif. Dengan anggaran bantuan iuran yang terbatas, Pemkab Jembrana berupaya agar tetap dalam UHC agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat segera diberikan. 
Share:

Dinsos Jembrana Pantau Penyaluran BPNT


Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disalurkan oleh Bank BNI Kantor Cabang Pembantu Negara dibantu oleh pendamping PKH kepada 2.834 orang mulai hari ini. Bantuan yang diberikan senilai 200 ribu per bulan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang pada umumnya dicairkan berupa sembako, dalam rangka percepatan penyaluran ini bantuan dicairkan secara tunai dengan dibantu oleh agen BNI46. 

Dinas Sosial selaku perpanjangan tangan Kementerian Sosial melaksanakan pemantauan penyaluran KKS tersebut. Kepala Bidang Pemberdayaan, Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ni Ketut Arwati, S.Pd) didampingi penyuluh sosial seksi penanganan fakir miskin memantau langsung proses penyaluran KKS di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana. Diharapkan seluruh KKS dapat dibagikan kepada penerima dengan segera, sehingga masyarakat dapat segera memperoleh haknya.


Share:

Konsultasi ke Kemensos, Pemkab Jembrana minta Warga DTKS Masuk PBI Pusat

Pemerintah Kabupaten Jembrana bertolak menuju Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI di Jakarta pada Rabu (26/1) pagi tadi, maksud dari kunjungan ini adalah untuk dapat mengalihkan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)  yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah yang terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat menjadi tanggungan Pemerintah Pusat. Tujuannya tidak lain adalah untuk efisiensi APBD Kabupaten Jembrana sehingga dapat digunakan untuk kegiatan lainnya. Peserta PBI Daerah Kabupaten Jembrana mencapai 184ribuan orang, dengan dana yang dikeluarkan untuk pembiayaan iuran PBI mencapai 7 miliyar per bulan.

Tercatat sebanyak 40.314 peserta PBI Daerah terdaftar dalam DTKS, sehingga apabila seluruh data tersebut dapat ditanggung oleh pemerintah pusat sangat bisa menghemat APBD Jembrana. Selain hal tersebut, rombongan yang dipimpin Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana juga berkoordinasi terkait proses pemutakhiran DTKS serta verifikasi dan validasi penerima bantuan sosial. Operator SIKS-NG yang turut hadir juga menyampaikan berbagai permasalahan yang dialami di daerah selama proses pemutakhiran data.


Share:

Dinsos Jembrana Salurkan Sembako kepada Korban Banjir di Pekutatan

Hujan deras pada Minggu (5/12) malam hingga Senin (6/12) dini hari mengakibatkan air sungai di Banjar Pasar Desa Pekutatan Kecamatan Pekutatan meluap sehingga merendam belasan rumah warga dan menghanyutkan perabotan rumah tangga milik warga. Berdasarkan laporan dari anggota Tagana Kabupaten Jembrana, ada 16 KK yang terdampak akibat banjir tersebut. Air setinggi kurang lebih 1 meter merendam rumah warga, mengakibatkan warga mengungsi kerumah kerabat yang relatif aman. 

Mengetahui kejadian tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Tagana menyalurkan bantuan paket sembako kepada 16 KK terdampak pada Rabu (8/12) tadi pagi. Adapun paket sembako yang diberikan berupa minyak, gula, mie instan, beras dan biskuit anak.



Share:

Dinsos Jembrana Sosialisasi DTKS Tahun 2021

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) merupakan data induk yang berisi data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Penerima Bantuan dan Pemberdayaan Sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial. DTKS yang merupakan sumber data dari berbagai bantuan sosial, sangat penting sehingga diperlukan kesadaran bersama agar semua Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial dapat terdata di dalamnya. 

Mengingat pentingnya DTKS, Dinas Sosial Kabupaten Jembrana menyelenggarakan Sosialisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2021 bertempat di ruang rapat Gedung Kesenian Bung Karno pada Selasa (16/11) pagi tadi. Kegiatan Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) yang dihadiri oleh Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) atau yang bertugas mengelola DTKS di Desa/Kelurahan, turut hadir juga para Pendamping PKH, TKSK dan Kordinator Daerah Program Sembako. 

Dalam paparannya, Kadis Sosial menyampaikan terkait alur verifikasi dan validasi DTKS serta permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses perbaikan DTKS di Kabupaten Jembrana.
Kadis Sosial juga mengingatkan peran penting Desa/Kelurahan dalam proses perbaikan DTKS karena semua DTKS melalui proses Musyawarah Desa/Kelurahan. 

Menunjuk Permensos Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan DTKS, dijelaskan bahwa DTKS dapat ditetapkan setiap bulan, oleh sebab itu sangat diperlukan bantuan Desa/Kelurahan untuk dapat mengusulkan seluruh Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial dapat masuk dalam DTKS melalui Musyawarah Desa/Kelurahan.

Share:

Dinsos Jembrana Salurkan Bantuan kepada Korban Rumah Roboh

Rumah milik Bapak M. Yamin (80 Tahun) yang tinggal di Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara roboh pada Sabtu (16/10), beruntung tidak ada korban pada saat kejadian. Dinas Sosial Kabupaten Jembrana yang mendapat laporan tersebut, langsung mendistribusikan bantuan kedaruratan bencana kepada korban didampingi Pelopor Perdamaian (Pordam) Jembrana. Adapun bantuan yang diberikan seperti kasur, foodware, family kit, kidsware, tenda gulung serta selimut. 

Informasi yang diperoleh juga, bahwa dari Pemerintah Desa Banyubiru akan segera mendirikan rumah untuk keluarga Pak Yamin.

Share:

Wakil Bupati Jembrana Kunjungi Korban Kebakaran

 


Musibah kebakaran rumah tempat tinggal menimpa keluarga ibu Ni Luh Putu Dianrini (32 Tahun) yang beralamat di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara pada Selasa (5/10) malam, kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi rumah. Kebakaran yang terjadi pada malam hari tersebut, diduga diakibatkan oleh korsleting arus listrik. Wakil Bupati Jembrana yang mengetahui kejadian tersebut, mengunjungi korban sekaligus memberikan bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Jembrana.

Didampingi Kadis Sosial, bantuan yang diserahkan berupa Kasur, Foodware, Peralatan Dapur, Terpal, Paket Sembako, dan Family Kit. Wabup Jembrana turut prihatin atas musibah yang menimpa ibu Dian yang bekerja sebagai seorang cleaning service. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang telah dialami korban.

Share:

Dinsos Jembrana Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana


Hujan deras yang terjadi pada Senin (20/9) dari sore hingga malam menyebabkan terjadi banjir dibeberapa desa di Kabupaten Jembrana, ada lebih dari 200KK terdampak akibat banjir yang terjadi. Selain banjir, terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga di desa Pohsanten dan rumah roboh di desa Melaya.
Berdasarkan permohonan bantuan yang telah disampaikan desa, Kepala Dinas Sosial didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial bersama Tagana dan Pordam Jembrana mendistribusikan bantuan di beberapa lokasi diantaranya Kelurahan Sangkaragung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Desa Pohsanten dan Desa Melaya pada Rabu (23/9).

Bantuan yang diserahkan seperti makanan siap saji, foodware, kidsware, family kit, selimut, kasur, matras serta tenda untuk keluarga bapak Samsuri di desa Melaya yang rumahnya Roboh. Pendirian tenda juga didampingi langsung oleh Kadis Sosial Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM). Selanjutnya akan segera disalurkan bantuan beras regular dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali kepada beberapa desa lainnya.


Share:

Dinas Sosial Salurkan 1,25 Ton Beras Untuk KK Miskin di Zona Merah Covid-19 Kabupaten Jembrana



Pertanggal 16 April 2020 terdapat 4 Zona Merah penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Jembrana, dimana ada 173 KK kurang mampu yang berada di Zona Merah tersebut. Untuk membantu memenuhi kebutuhan pangannya, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Sosial menyalurkan 1,25 Ton beras kepada keluarga miskin tersebut yang bersumber dari bantuan para Donatur.

Penyerahan bantuan beras diserahkan oleh Kadis Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) kepada Perbekel/Lurah Zona Merah Covid-19 yang disaksikan langsung oleh Bupati Jembrana, Inspektur, Kalaksa BPBD dan Para Camat yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima.
Share:

Dinsos Jembrana Vicon dengan Menteri Sosial, Bahas Jaring Pengaman Sosial Covid-19


Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak luas baik di sektor pariwisata, ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dalam upaya menanggulangi dampak penyebaran Covid-19, pemerintah membuat Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) untuk menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia. Jaring Pengaman Sosial tersebut antara lain menambah jumlah penerima Program PKH dan Program Sembako, memberikan kartu Pra Kerja dan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada keluarga miskin terdampak Covid-19.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial melaksanakan video conference dengan Menteri Sosial RI (Juliari P. Batubara) bertempat di Excecutive Room pada Kamis (16/4) kemarin pagi. Menteri Sosial memaparkan bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19, dalam hal ini khusus untuk Bantuan Langsung Tunai. Menteri Sosial menjelaskan kriteria dan mekanisme pengusulan data calon penerima dari BLT tersebut.


Share:

SDM PKH Semprotkan Desinfektan di Delodbrawah, Cegah Penyebaran Covid-19




Guna mencegah penyebaran virus Corona / Covid-19, SDM PKH Kabupaten Jembrana melaksanakan penyemprotan desinfektan bersama Perbekel, Bendesa, Babhinkamtibmas dan masyarakat setempat pada Selasa (31/3) sore tadi.


Penyemprotan desinfektan menyasar berbagai fasilitas umum dan rumah warga, selain itu perlu kesadaran setiap orang untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat terutama dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun. 

Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali menyebutkan data terakhir telah ada 19 orang positif Covid-19 di Bali pertanggal 30 Maret 2020. Dengan meningkatnya angka kasus positif Covid-19, diharapkan masyarakat dapat mengikuti himbauan dari Pemerintah supaya tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 di Bali.


Share:

SDM PKH Kecamatan Negara Lakukan Penyemprotan Desinfektan dan Berikan Edukasi Pencegahan Covid-19


SDM PKH Kecamatan Negara bersama Aparatur Desa Cupel serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan penyemprotan desinfektan pada Minggu (29/3). Penyemprotan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 menyasar tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, perumahan masyarakat yang berada di Desa Cupel, Kecamatan Negara. 


Korcam PKH Kecamatan Negara Agung Bagus Rai Wibowo menuturkan selain melaksanakan penyemprotan desinfektan, SDM PKH juga melakukan pemantauan anak KPM PKH yang melaksanakan belajar di rumah serta memberikan edukasi bagaimana melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.


Share:

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pendamping Sosial PKH Ikut Lakukan Penyemprotan Disenfektan


Ditengah merebaknya penyebaran virus corona/ covid-19 dan sebagai pendemik global, Pendamping Sosial PKH turut serta melakukan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disenfektan dilingkungan dampingan pada Sabtu (28/3).

Indonesia yang tidak luput dari serangan virus ini, seiring berjalannya waktu sejak virus ini masuk ke Indonesia jumlah korban terus bertambah dan diharapkan masyarakat mampu mengikuti setiap himbauan dan arahan pemerintah untuk turut serta melawan penyebarannya.

Berbagai cara dan persiapan sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah penutupan tempat wisata, hiburan dan lain-lain yang dapat menimbulkan kerumunan masa, memberikan himbauan untuk menjaga jarak, menjaga kebersihan dan untuk tidak kemana-mana.

Untuk menjaga kebersihan dan mencegah virus menyebar diperlukan juga kesadaran masyarakat, baik diri sendiri dan lingkungan sekitar. Peran serta aparat Desa/Kelurahan sangat diperlukan untuk mensosialisasikannya dan juga peran serta Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan yang mendampingi setiap Desa/Kelurahan dari para penerima manfaat. Tentunya dengan batasan-batasan pendamping perlu turut serta memberikan pemahaman tentang bahaya virus corona dan dampaknya kedepan, pendamping juga turut serta bersama masyarakat untuk melakukan seterilisasi virus dilingkungan sekitar dengan bekerja sama dan bergerak bersama untuk memutus rantai penyebaran virus ini.

Lokasi : Desa Penyaringan
Keterangan : Pendamping Sosial PKH I Putu Juli Adi Perbawa, SE bersama aparat desa dan masyarakat melakukan penyemprotan disenfektan

Ditulis oleh : Pendamping Sosial PKH I Putu Juli Adi Perbawa, SE
Share:

Rumah Warga Roboh Karena Hujan Deras, Kadis Sosial Berikan Bantuan Logistik dan Dirikan Tenda


Hujan deras yang terjadi pada Jumat (13/3) kemarin sore menyebabkan rumah semi permanen milik ibu Saripah (68Tahun) asal Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo roboh. Korban yang sebelum kejadian sedang memasak, tiba-tiba mendengar suara retakan dari atap rumah, mengetahui hal tersebut korban segera mematikan kompor dan bergegas menyelamatkan diri.

Mendapat laporan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kabid Dayalinjamsos dan Kabid Rehsos serta anggota Tagana menyerahkan bantuan logistik kedaruratan pada Sabtu (14/3) siang tadi. Melihat kondisi rumah yang sudah roboh dan tidak dapat ditempati, Kadis Sosial memerintahkan anggota Tagana untuk mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara sampai rumah korban dibangun kembali. Adapun jenis bantuan yang diserahkan berupa Paket Peralatan Dapur, Foodware, Paket Sandang, Paket Lauk Pauk, Tikar Plastik, Kain Batik dan Kain Sarung.
Share:

Kadis Sosial Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Baluk



Kejadian kebakaran telah menghanguskan satu unit rumah yang sekaligus digunakan sebagai bengkel milik I Kade Oka Sanjaya (27Th) asal banjar Baluk 1, Desa Baluk, Kecamatan Negara  pada Jumat (6/3) kemarin sore sekitar pukul 15.00 Wita. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.30 setelah tiga unit mobil Damkar datang ke lokasi kejadian.


Mendapat laporan tersebut dari anggota Tagana Kabupaten Jembrana, Kadis Sosial (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kasi Pemberdayaan PSKS dan anggota Tagana langsung meninjau lokasi kejadian pada Sabtu (7/3) pagi tadi. Dalam kesempatan tersebut Kadis Sosial juga menyerahkan bantuan kedaruratan bencana yang terdiri dari Paket Sandang, Paket Lauk Pauk, Selimut, Peralatan Dapur, Tikar, Kain Batik, Kain Sarung dan Terpal.


Share:

Tagana Jembrana Bersihkan Senderan Rumah Warga yang Longsor


Hujan deras yang terjadi dari siang hingga malam hari Minggu (1/3) kemarin menyebabkan senderan rumah milik I Putu Soma asal Banjar Tibu Beleng Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan instansi lainnya melaksanakan kegiatan membersihkan bekas longsoran senderan rumah pada Senin (2/3) pagi tadi. Selain menyebabkan senderan rumah jebol, hujan deras pada Minggu kemarin juga menyebabkan air sungai meluap.
Share:

Dinsos Jembrana Sosialisasikan Pelaksanaan Program Sembako kepada Agen Penyalur



Mulai Tahun 2020 pemerintah melaksanakan Program Sembako yang sebelumnya bernama program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Kesenian Bung Karno pada Jumat (14/2) pagi hingga siang hari tadi. Sosialisasi dihadiri oleh Agen Penyalur Program Sembako, Pendamping PKH, TKSK dan sebagai narasumber yaitu Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial bersama Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, unsur Bulog Divre Bali, BNI Cabang Negara serta Kordinator Kabupaten PKH Jembrana. Kabid Dayalinjamsos menyampaikan bahwa dalam Program Sembako setiap KPM mendapat bantuan sebesar Rp 150.000,- yang dapat dibelanjakan untuk membeli komoditi berupa beras, protein hewani/nabati, sayur dan buah.
Berbagai permasalah disampaikan para agen pada rapat sosialisasi tersebut diantaranya komoditi yang cepat rusak seperti sayuran dan buah, lebih memilih menggunakan beras lokal daripada beras bulog serta harus adanya pemetaan terkait jumlah KPM yang dilayani oleh masing-masing agen. Berbagai permasalah tersebut langsung ditanggapi oleh pihak terkait yang menjadi narasumber
Share:

Label