Jl. Surapati No. 1 Negara, Telp. (0365) 41210 | Facebook : Dinas Sosial Kabupaten Jembrana | Instagram : dinsosjembrana

  • Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Penerima RS-RUTILAHU

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi bidang Dayalinjamsos dan Aparatur Desa mengunjungi salah seorang penerima bantuan RS-Rutilahu bernama Ni Komang Nanti (82 Tahun) yang tinggal di Banjar Tegak Gede, desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (18/12) kemarin.

  • Dinsos Jembrana Siap Terima SLRT

    Dinsos Provinsi Bali didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Jembrana (I Nengah Suparta, S.KM, M.Kes) mengunjungi salah satu desa yang akan menjadi Puskesos dalam pembentukan SLRT tersebut

  • Rumah Warga Terbakar, Dinsos Jembrana Serahkan Bantuan

    Rumah milik Gusti Putu Sudiartawan asal Banjar Pengajaran Kaler, Desa Berangbang, Kecamatan Negara dilahap si Jago Merah pada Selasa (3/12/2019) kemarin malam. Kebakaran diduga karena disebabkan oleh dupa, beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta rupiah.asca bencana

  • Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Anak Disabilitas

    Kamis (26/12) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) pagi tadi mengunjungi salah seorang anak penyandang disabilitas bernama Putu Adi Wiraguna beralamat di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara

  • Hujan Deras, Rumah Sumada Jebol. Dinsos dan Tagana Jembrana Bergerak

    Mendapat informasi dari Ketua DPRD Kabupaten Jembrana ibu Sri Sutharmi. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) segera meninjau lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban..

Tampilkan postingan dengan label Bantuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantuan. Tampilkan semua postingan

Dinsos Jembrana Salurkan Sembako kepada Korban Banjir di Pekutatan

Hujan deras pada Minggu (5/12) malam hingga Senin (6/12) dini hari mengakibatkan air sungai di Banjar Pasar Desa Pekutatan Kecamatan Pekutatan meluap sehingga merendam belasan rumah warga dan menghanyutkan perabotan rumah tangga milik warga. Berdasarkan laporan dari anggota Tagana Kabupaten Jembrana, ada 16 KK yang terdampak akibat banjir tersebut. Air setinggi kurang lebih 1 meter merendam rumah warga, mengakibatkan warga mengungsi kerumah kerabat yang relatif aman. 

Mengetahui kejadian tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Tagana menyalurkan bantuan paket sembako kepada 16 KK terdampak pada Rabu (8/12) tadi pagi. Adapun paket sembako yang diberikan berupa minyak, gula, mie instan, beras dan biskuit anak.



Share:

Dinsos Jembrana Salurkan Bantuan kepada Korban Rumah Roboh

Rumah milik Bapak M. Yamin (80 Tahun) yang tinggal di Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara roboh pada Sabtu (16/10), beruntung tidak ada korban pada saat kejadian. Dinas Sosial Kabupaten Jembrana yang mendapat laporan tersebut, langsung mendistribusikan bantuan kedaruratan bencana kepada korban didampingi Pelopor Perdamaian (Pordam) Jembrana. Adapun bantuan yang diberikan seperti kasur, foodware, family kit, kidsware, tenda gulung serta selimut. 

Informasi yang diperoleh juga, bahwa dari Pemerintah Desa Banyubiru akan segera mendirikan rumah untuk keluarga Pak Yamin.

Share:

Wakil Bupati Jembrana Kunjungi Korban Kebakaran

 


Musibah kebakaran rumah tempat tinggal menimpa keluarga ibu Ni Luh Putu Dianrini (32 Tahun) yang beralamat di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara pada Selasa (5/10) malam, kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi rumah. Kebakaran yang terjadi pada malam hari tersebut, diduga diakibatkan oleh korsleting arus listrik. Wakil Bupati Jembrana yang mengetahui kejadian tersebut, mengunjungi korban sekaligus memberikan bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Jembrana.

Didampingi Kadis Sosial, bantuan yang diserahkan berupa Kasur, Foodware, Peralatan Dapur, Terpal, Paket Sembako, dan Family Kit. Wabup Jembrana turut prihatin atas musibah yang menimpa ibu Dian yang bekerja sebagai seorang cleaning service. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang telah dialami korban.

Share:

Dinsos Jembrana Vicon dengan Menteri Sosial, Bahas Jaring Pengaman Sosial Covid-19


Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak luas baik di sektor pariwisata, ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dalam upaya menanggulangi dampak penyebaran Covid-19, pemerintah membuat Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) untuk menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia. Jaring Pengaman Sosial tersebut antara lain menambah jumlah penerima Program PKH dan Program Sembako, memberikan kartu Pra Kerja dan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada keluarga miskin terdampak Covid-19.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial melaksanakan video conference dengan Menteri Sosial RI (Juliari P. Batubara) bertempat di Excecutive Room pada Kamis (16/4) kemarin pagi. Menteri Sosial memaparkan bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19, dalam hal ini khusus untuk Bantuan Langsung Tunai. Menteri Sosial menjelaskan kriteria dan mekanisme pengusulan data calon penerima dari BLT tersebut.


Share:

SDM PKH Kecamatan Negara Lakukan Penyemprotan Desinfektan dan Berikan Edukasi Pencegahan Covid-19


SDM PKH Kecamatan Negara bersama Aparatur Desa Cupel serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan penyemprotan desinfektan pada Minggu (29/3). Penyemprotan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 menyasar tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, perumahan masyarakat yang berada di Desa Cupel, Kecamatan Negara. 


Korcam PKH Kecamatan Negara Agung Bagus Rai Wibowo menuturkan selain melaksanakan penyemprotan desinfektan, SDM PKH juga melakukan pemantauan anak KPM PKH yang melaksanakan belajar di rumah serta memberikan edukasi bagaimana melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.


Share:

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pendamping Sosial PKH Ikut Lakukan Penyemprotan Disenfektan


Ditengah merebaknya penyebaran virus corona/ covid-19 dan sebagai pendemik global, Pendamping Sosial PKH turut serta melakukan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disenfektan dilingkungan dampingan pada Sabtu (28/3).

Indonesia yang tidak luput dari serangan virus ini, seiring berjalannya waktu sejak virus ini masuk ke Indonesia jumlah korban terus bertambah dan diharapkan masyarakat mampu mengikuti setiap himbauan dan arahan pemerintah untuk turut serta melawan penyebarannya.

Berbagai cara dan persiapan sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah penutupan tempat wisata, hiburan dan lain-lain yang dapat menimbulkan kerumunan masa, memberikan himbauan untuk menjaga jarak, menjaga kebersihan dan untuk tidak kemana-mana.

Untuk menjaga kebersihan dan mencegah virus menyebar diperlukan juga kesadaran masyarakat, baik diri sendiri dan lingkungan sekitar. Peran serta aparat Desa/Kelurahan sangat diperlukan untuk mensosialisasikannya dan juga peran serta Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan yang mendampingi setiap Desa/Kelurahan dari para penerima manfaat. Tentunya dengan batasan-batasan pendamping perlu turut serta memberikan pemahaman tentang bahaya virus corona dan dampaknya kedepan, pendamping juga turut serta bersama masyarakat untuk melakukan seterilisasi virus dilingkungan sekitar dengan bekerja sama dan bergerak bersama untuk memutus rantai penyebaran virus ini.

Lokasi : Desa Penyaringan
Keterangan : Pendamping Sosial PKH I Putu Juli Adi Perbawa, SE bersama aparat desa dan masyarakat melakukan penyemprotan disenfektan

Ditulis oleh : Pendamping Sosial PKH I Putu Juli Adi Perbawa, SE
Share:

Rumah Warga Roboh Karena Hujan Deras, Kadis Sosial Berikan Bantuan Logistik dan Dirikan Tenda


Hujan deras yang terjadi pada Jumat (13/3) kemarin sore menyebabkan rumah semi permanen milik ibu Saripah (68Tahun) asal Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo roboh. Korban yang sebelum kejadian sedang memasak, tiba-tiba mendengar suara retakan dari atap rumah, mengetahui hal tersebut korban segera mematikan kompor dan bergegas menyelamatkan diri.

Mendapat laporan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kabid Dayalinjamsos dan Kabid Rehsos serta anggota Tagana menyerahkan bantuan logistik kedaruratan pada Sabtu (14/3) siang tadi. Melihat kondisi rumah yang sudah roboh dan tidak dapat ditempati, Kadis Sosial memerintahkan anggota Tagana untuk mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara sampai rumah korban dibangun kembali. Adapun jenis bantuan yang diserahkan berupa Paket Peralatan Dapur, Foodware, Paket Sandang, Paket Lauk Pauk, Tikar Plastik, Kain Batik dan Kain Sarung.
Share:

Kadis Sosial Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Tegalasih Batuagung


Kebakaran menghanguskan rumah milik I Wayan Narma asal banjar Tegalasih, Desa Batuagung Kec/Kab. Jembrana pada Rabu (5/2) kemarin siang. Kebakaran diduga disebabkan oleh adanya korsleting listrik, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai 100 juta rupiah. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) yang mendapat laporan tersebut dari anggota Tagana, pagi tadi didampingi Kepala Bidang Dayalinjamsos datang ke lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kedaruratan kepada korban bencana kebakaran. Adapun bantuan yang diserahkan berupa paket lauk pauk, paket sandang, foodware, peralatan dapur, tikar, kain serta terpal.
Share:

Dua Keluarga di Desa Melaya Putuskan Mundur dari PKH



Dua keluarga di Banjar Melaya Tengah Kelod, Desa Melaya Kecamatan Melaya memutuskan mundur dari Program Keluarga Harapan (PKH). Dua keluarga tersebut adalah keluarga ibu Ni Luh Diani Asih dan ibu Ni Kadek Tariani. Ibu Diani tercatat sebagai penerima PKH sejak tahun 2016 sedangkan ibu Tariani adalah peserta PKH sejak tahun 2015. Selama menjadi peserta PKH, mereka menerima dampingan serta edukasi bagaimana supaya keluarganya mampu mandiri secara ekonomi.

Ibu Diani yang menekuni usaha pembuatan gula merah dan ibu Tariani yang menekuni usaha mebel bersama keluarganya, sekarang sudah merasa mampu untuk memenuhi kebutuhannya dan memutuskan untuk mundur dari kepesertaan sebagai penerima PKH. Pengunduran diri tersebut secara resmi dibuat dengan menandatangani surat pengunduran diri sebagai peserta PKH yang didampingi oleh Pendamping PKH pada Senin (21/1). Dengan keluarnya dua keluarga di Desa Melaya tersebut, sekarang total sudah ada enam keluarga yang memutuskan mundur dari penerima PKH.
Share:

Mampu Mandiri, Sri Muliani Putuskan Mundur dari PKH


Keluarga ibu Wayan Sri Muliani adalah keluarga keempat yang memutuskan mundur dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) di awal Tahun 2020 ini. Ibu Sri berasal dari banjar Sekar Pancasari, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo dan telah menjadi peserta PKH sejak tahun 2015. Ibu Sri memutuskan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena merasa sudah terlalu lama menerima bantuan PKH. Selain itu, berkat kerja kerasnya ibu Sri bersama suaminya kini telah mampu untuk mendirikan rumah serta menyekolahkan anak-anaknya. 


Suami ibu Sri yang bekerja sebagai pemborong bangunan sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Didampingi Kelian Dinas Banjar Sekar Pancasari dan Pendamping PKH mereka memutuskan keluar dari PKH dengan menandatangi surat pengunduran diri. Mereka juga berharap bantuan PKH ini dapat diterima oleh keluarga yang lebih membutuhkan.




Share:

Sudah Mampu, Ibu Rasmah Keluar dari PKH



Satu lagi keluarga yang memutuskan mundur sebagai peserta Program Keluarga Harapan pada awal tahun ini, adalah keluarga ibu Rasmah yang berasal dari Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Ibu Rasmah merupakan peserta PKH sejak Tahun 2015, semenjak menerima bantuan PKH secara perlahan kesejahteraan keluarga ibu Rasmah mulai membaik sehingga mampu keluar dari zona kemiskinan. Keputusan untuk mundur dari kepesertaan PKH dipilih ibu Rasmah dengan sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun. Ibu Rasmah adalah salah satu contoh masyarakat yang bijak, ketika dia sudah mampu dia memutuskan untuk berhenti menerima bantuan sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

Dari bimbingan yang didapat dari pendamping PKH disertai kerja keras dan doa, ibu Rasmah akhirnya dapat keluar dari zona kemiskinan. Kini ibu Rasmah memiliki usaha berjualan soto bersama suaminya, dari hasil berjualan tersebut sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan dari keluarganya. Ibu Rasmah didampingi oleh Pendamping PKH yang disaksikan oleh Lurah Loloan Timur, Kepala Lingkungan Ketugtug dan Babhinkamtibmas menandatangani surat pernyataan mundur dari kepesertaan PKH pada Jumat (17/1) pagi tadi.
Share:

Kadis Sosial Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Desa Kaliakah


Diduga akibat arus pendek listrik, rumah Dewa Ketut Rai (75 Tahun) yang berlokasi di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara ludes terbakar pada Selasa (14/1) siang kemarin.  Kebakaran pertama kali diketahui oleh anakknya I Ketut Adiarka (35 Th) bersama istrinya Desak Komang Suarningsih (40 Th) sekitar pukul 13.20 WITA. Rumah semi permanen tersebut rata dengan tanah setelah selama kurang lebih 1 jam dilahap si Jago Merah. Api baru bisa dipadamkan setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kabid Dayalinjamsos dan Tagana datang meninjau langsung lokasi kejadian pada Rabu pagi tadi. Kadis Sosial juga menyerahkan bantuan kedaruratan yang diterima oleh anak korban, adapun bantuan yang diserahkan berupa Peralatan Dapur, Foodware, Paket Sandang, Paket Lauk Pauk, Kasur dan Tenda Gulung (Terpal).
Share:

Kadis Sosial Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran


Musibah kebakaran menimpa keluarga Bapak I Ketut Arta (55 Tahun) asal Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya pada Kamis (9/1) malam kemarin. Kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik yang bersumber dari dalam kamar suci pada pukul 20.30 WITA kemarin. Kerugian akibat dari musibah tersebut diperkirakan mencapai 95 juta rupiah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Mendapat laporan tersebut dari anggota TAGANA (Taruna Siaga Bencana), Kadis Sosial (dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi Kepala Bidang Dayalinjamsos langsung menuju lokasi kebakaran pada Jumat (10/1) tadi pagi. Kadis Sosial menyerahkan bantuan kedaruratan bencana kepada korban, adapun bantuan yang diserahkan berupa paket sandang, foodware, peralatan dapur, kasur, terpal, dll.
Share:

Dinsos Jembrana Sambut Baik Rencana Bantuan CSR Bank BPD Bali


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (dr. Made Dwipayana, MPPM) menerima kunjungan dari Bank BPD Bali pada Kamis (9/1) pagi tadi. Kunjungan tersebut terkait dengan rencana bantuan CSR (Corporate Social Responbility) dari Bank BPD Bali kepada masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas. Kadis Sosial menyambut baik hal tersebut, bantuan CSR sangat membantu Pemerintah dalam menangani pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

Terkait bantuan tersebut, Bank BPD Bali meminta data usulan penerima bantuan kursi roda atau tongkat ketiak yang telah diverifikasi. Besar harapan kami, pihak lainnya juga bisa berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Share:

Bupati Jembrana Kunjungi Balita Penderita Craniosynistosis




Bupati Jembrana didampingi Kepala Dinas Sosial mengunjungi Ni Kadek Dwi Anggrani (1,5 Tahun) penderita Craniosyntosis yang berasal dari Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana pada Selasa (7/1) pagi tadi. Craniosynostosis adalah kondisi cacat lahir ketika ubun-ubun menutup lebih cepat. Akibatnya, kepala bayi berkembang dengan tidak normal dan menyebabkan bentuk kepala bayi tampak tidak sempurna. Kondisi ini membuat otak mendorong tulang tengkorak, sehingga bentuk kepala bayi menjadi tidak proporsional.


Keluarga Bapak I Gede Parma tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS)  yaitu data kemiskinan yang ditetapkan oleh Menteri Sosial. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jembrana menyerahkan Kartu Indonesia Sehat dan sembako kepada keluarga Bapak Gede Parma.  Pemerintah telah berupaya memberikan bantuan sesuai dengan aturan yang berlaku, namun hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk pihak swasta maupun masyarakat juga ikut membantu meringankan beban keluarga tersebut.  (NA)

Share:

Kesejahteraan Meningkat, Ibu Sriantari Keluar dari PKH



Satu lagi keluarga yang memutuskan untuk keluar sebagai peserta Program Keluarga Harapan adalah keluarga ibu Komang Sriantari yang berasal dari Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Keputusan untuk mundur dari kepesertaan PKH dipilih ibu Komang dengan sukarela. Ibu Komang merupakan peserta PKH sejak Tahun 2015, semenjak menerima bantuan PKH secara perlahan keadaan perekonomian keluarga ibu Komang mulai membaik. 

Berkat kegigihan dan kerja keras disertai doa, ibu Komang akhirnya dapat keluar dari zona kemiskinan. Kini ibu Komang memiliki usaha warung kelontong untuk menopang perekonomiannya. Beliau mengatakan bahwa usaha ini berkat motivasi dan dorongan dari pendamping lewat pertemuan FDS dengan modul pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha. dengan bantuan PKH ibu Komang Sriantari sangat bersyukur sudah dibantu baik berupa bantuan finansial dan motivasi bagi keluarganya .Ibu Komang didampingi oleh Pendamping PKH menandatangi surat pernyataan mundur dari kepesertaan PKH pada Senin pagi tadi (6/1).
Share:

Keluar dari Kemiskinan, Ibu Aniasih Putuskan Mundur dari PKH


Mengawali Tahun 2020, ibu Gusti Ayu Kade Aniasih putuskan mengundurkan diri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Keputusan tersebut dipilih ibu Aniasih secara sukarela, dia menyadari bahwa kini kehidupannya sudah lebih baik sehingga mampu secara mandiri dalam perekonomian. Bantuan PKH yang diterimanya sejak Tahun 2017 sangat membantu dalam meningkatkan kualitas kehidupannya, sebelumnya ibu Aniasih hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, setelah menerima PKH dia dibimbing bagaimana mengatur keuangan keluarga dan mulai membuat suatu usaha. Dari bimbingan yang diberikan oleh Pendamping PKH, sekarang ibu Aniasih bisa menekuni usaha susu provit sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarganya.

Ibu Aniasih didampingi oleh Pendamping PKH (Usman, S.Kom) membuat surat pernyataan pengunduran diri dari kepesertaan PKH yang diketahui juga oleh Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad pada Jumat pagi tadi (3/1). "Terima kasih kepada pendamping PKH, semoga PKH sukses terus dan saya bangga pernah menjadi anggota PKH, didalam PKH saya bisa menjadi lebih bisa merubah kehidupan kedepannya" tutur ibu Aniasih ketika membuat surat pernyataan tersebut. Ibu Aniasih adalah salah satu contoh masyarakat yang bijak, ketika dia sudah mampu dia memutuskan untuk berhenti menerima bantuan sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan. (NA)

Share:

Bantuan Sosial Bagi Penunggu Pasien



Sesuai Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pemberian Bantuan Sosial bagi Penunggu Pasien bahwa :

  1. Sasaran penerima bantuan sosial adalah Warga Kabupaten Jembrana yang memiliki keluarga sakit dan menjalani rawat inap pada Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah di kelas III.
  2. Bagi PNS/TNI/Polri yang menjalani rawat inap atau sebagai penunggu pasien di Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah tidak mendapat bantuan sosial.
  3. Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) meliputi : a) Puskesmas se Kabupaten Jembrana, b) Rumah Sakit Umum Negara, c) Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan, d) Rumah Sakit Jiwa Bangli, dan e) Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.
  4. Warga Kabupaten Jembrana yang memiliki keluarga sakit dan menjalani rawat inap di Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah dibatasi paling singkat 3 (tiga) hari perawatan. 
  5. Warga Kabupaten Jembrana yang memiliki keluarga sakit dan menjalani rawat inap di Puskesmas dibatasi paling lama 5 (lima) hari perawatan.
  6. Besaran bantuan yang diterima paling tinggi sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah), yang dibebankan pada APBD.
  7. Besaran bantuan yang diberikan untuk yang rawat inap di Puskesmas se Kabupaten Jembrana sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) perhari.
  8. Besaran bantuan yang diberikan untuk yang rawat inap di Rumah Sakit Umum Negara sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) perhari.
  9. Besaran bantuan yang diberikan untuk yang rawat inap di Rumah Sakit Pemerintah di luar Kabupaten Jembrana sebesar Rp 225.000,00 (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) perhari.
  10. Bantuan Sosial hanya diberikan 1 (satu) kali dalam setahun berlaku bagi pasien dan penunggu pasien.
Persyaratan dan ketentuan sebagai berikut :
  1. Mengajukan surat permohonan kepada Bupati Jembrana Cq. Kepala Dinas Sosial Kab. Jembrana.
  2. Melampirkan Fotocopy KTP Elektronik.
  3. Melampirkan Fotocopy Kartu Keluarga.
  4. Melampirkan Surat Keterangan Rawat Inap
  5. Melampirkan surat keterangan hubungan keluarga bagi Penunggu Pasien yang tidak tercantum dalam Kartu Keluarga atau yang tidak memiliki KTP-el dari Perbekel/ Lurah
  6. Pengajuan permohonan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pasien keluar rumah sakit.
Share:

Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Anak Disabilitas



Kamis (26/12) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) pagi tadi mengunjungi salah seorang anak penyandang disabilitas bernama Putu Adi Wiraguna beralamat di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. Kunjungan Kadis Sosial didampingi oleh Bidang Rehabilitasi Sosial bersama Sakti Peksos dan juga Lurah Banjar Tengah. 

Putu Adi tercatat sebagai penerima bantuan seragam dan peralatan sekolah dari Dinas Sosial Kabupaten Jembrana untuk anak penyandang disabilitas dan keluarganya juga telah menerima bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. Dari hasil pengecekan keluarga tersebut belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang ditetapkan oleh Menteri Sosial, sehubungan dengan hal tersebut Dinas Sosial berkordinasi dengan pihak Kelurahan agar keluarga tersebut dapat diusulkan masuk dalam DTKS melalui operator SIKS-NG yang ada di Kelurahan. 
Share:

Kadis Sosial Jembrana Kunjungi Penerima RS-RUTILAHU



RS-Rutilahu merupakan salah satu kegiatan penanganan fakir miskin yang diselenggarakan Kementerian Sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal fakir miskin melalui perbaikan/rehabilitasi kondisi rumah tidak layak huni dengan prioritas atap, lantai, dan dinding serta fasilitas MCK. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana (Dr. Made Dwipayana, MPPM) didampingi bidang Dayalinjamsos dan Aparatur Desa mengunjungi salah seorang penerima bantuan RS-Rutilahu bernama Ni Komang Nanti (82 Tahun) yang tinggal di Banjar Tegak Gede, desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (18/12) kemarin.



Kadis Sosial melihat langsung rumah yang telah diperbaiki dari bantuan RS-Rutilahu, selain hal tersebut Kadis Sosial juga mengecek bantuan apa saja yang sudah diterima keluarga tersebut dan diketahui bahwa keluarga ibu Komang Nanti telah menerima PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga Sejahtera. Dengan berbagai bantuan yang telah diterima, diharapkan  dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga tersebut. Kadis Sosial juga berharap keluarga ibu Komang Nanti dapat tinggal dengan lebih layak apalagi sudah mulai musim penghujan.
Share:

Label